Polisi mengamankan seorang oknum TNI pelaku penusukan yang melukai dua orang di Jalan Imam Bonjol No.25, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Kejadian penusukan tersebut terjadi pada Minggu (12/1/2025).
Korban yakni Khoirul Muslimin warga asal Kebonharjo, Kecamatan Semarang Utara dan Syarif Abdulloh warga asal Kecamatan Genuk mengalami luka tusuk dan harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.
“Khoirul Muslimin itu yang luka tusuknya paling parah. Yang Syarif Abdulloh juga dibawa ke rumah sakit bareng korban satunya. Usianya masih muda,” terang Karjo salah satu warga Griya Karang Branti, Minggu (12/1/2025).
Karjo menjelaskan keduanya merupakan teman salah satu warga Griya Karang Branti yang tengah mengadakan hajatan. Keduanya kemudian pulang dini hari bersama dua teman lainnya menggunakan motor.
“Itu (korban) tenab yang punya hajatan, mau pulang pakai motor, ada 4 orang. Sampai depan gang diteriakin orang suruh bubar ‘bisa bubar semua ndak?’, ucap Karjo menirukan pelaku.
Korban yang menjawab hendak pulang tiba- tiba ditusuk dan mengenai dada kanan, warga sekitar sempat mengejar pelaku dengan maksud mengamankan pelaku ke Polsek, namun pelaku kabur.
Usai melakukan penusukan, pelaku sempat mengaku- ngaku sebagai aparat. Teman korban dan warga sekitar sempat mengejar pelaku yang kabur ke Mall Queen City.
Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf Andy membenarkan pelaku penusukan tersebut merupakan oknum anggota TNI.
“Berkaitan dengan pelaku penusukan, benar pelaku adalah seorang oknum organik dari kesatuan kami yang berinisial Koptu I.M, saat ini (pelaku) sudah ditahan di Datasemen Polisi Militer (Denpom) Semarang untuk menjalani pemeriksaan secara intensif guna proses hukumnya,” terang Andy dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/1/2025).
Andy juga membenarkan anggotanya itu melakukan penusukan dibawah pengaruh alkohol, namun pelaku dan korban tidak saling mengenal.
“Kedua pihak tidak saling mengenal, diduga karena ketersinggungan dan di bawah pengaruh minuman alkohol,” terang Andy.
Andy mewakili Pangdam IV/Diponegoro dan Institusi Kodam IV/Diponegoro meminta maaf atas peristiwa tersebut dan akan bertanggungjawab terhadap korban penusukan.
“Saat ini, Bapak Pangdam telah memerintahkan untuk membantu pihak keluarga korban berkaitan dengan perawatan untuk pemulihan korban secara maksimal,” tutur Andy.